Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

San3kalongbm.com Situs Religi, Kitab Pesantren, Kisah dan Tokoh Islam dan Info Update Lainnya

Terjemahan Kitab Mabadi Fiqih Juz 3 Bab Wudlu

 San3kalongbm.com - Terjemahan Kitab Mabadi Fiqih Juz 3 Bab WudluTerjemahan kitab kuning sangat diperlukan sebagai pendamping dalam mempelajari juga memperdalam pengertian-pengertian dalam kitab kuning tersebut. Jika kemampuan dalam membaca kitab-kitab klasik yang berbasis pesantren salaf masih kurang, tidak ada salahnya menggunakan terjemahan kitab ini sebagai pendamping kitab kuning yang sedang dipelajari. 
Mabadi Fiqih Juz 3 Bab Wudlu

Wudlu'  الوُضُوْءِ

أسئلة: كم شروط الوضوء؟ كم فروضه؟ كم سننه؟ كم مكروهاته؟ كم مبطلاته؟
شُرُوْطُ الوُضُوْءِ خَمْسَةٌ 
 أنْ يَكُوْنَ المُتَوَضِّئُ مُسْلِمًا
 أنْ يَكُوْنَ مُمَيِّزًا
 أنْ لَا يَكُوْنَ عَلَى أعْضَاءِ الوُضُوْءِ حَائِلٌ يَمْنَعُ وُصُوْلَ المَاءِ البَشَرَةَ كَشَمْعٍ وَشَحْمٍ وَغَمْضِ عَيْنٍ 
 أنْ لَا يَعْتَقِدَ فَرْضًا مِنْ فُرُوْضِهِ سُنَّةً

Syarat-syaratnya wudhu itu ada 5, yaitu: 
  1. Orang yang melakukan wudhu’ itu adalah seorang islam, 
  2. Hendaknya ia seorang yang mumayyiz, 
  3. Jangan sampai ada lapisan penghalang yang mencegah sampainya air pada kulit, seperti: lapisan lilin, lemak, tahi mata dll, 
  4. Agar orang yang berwudhu itu jangan sampai menyangka apa yang difardhukan adalah sunnah, 
  5. Air yang suci.

فَرَائِضُ الوُضُوْءِ سِتَّةٌ، وَهِيَ
 النِّيَّةُ عِنْدَ غَسْلِ أوَّلِ جُزْءٍ مِنَ الوَجْهِ
 غَسْلُ الوَجْهِ مِنْ مَنْبَتِ شَعْرِ الرَأْسِ إلَى مُنْتَهَى الذَّقَنِ وَمِنَ الأُذُنِ إلَى الأُذُنِ
 غَسْلُ اليَدَيْنِ مَعَ المِرْفَقَيْنِ وَمَا تَحْتَ الأظَافِرِ الطَوِيْلَةِ الّتي تَسْتُرُ الأَنَامِلَ
 مَسْحُ بَعْضَ الرَّأْسِ وَإنْ لَمْ يَكُنْ عَلَيْهِ شَعْرٌ، وَلَا يَكْفِي مَسْحُ شَعْرٍ طَالَ عَنْ حَدِّ الرَّأسِ
 غَسْلُ الرِّجْلَيْنِ إلَى الكَعْبَيْنِ، وَيَجِبُ غَسْلُ العَقِبَيْنِ وَشُقُوْقِهِمَا
 التَّرْتِيْبُ بَيْنَ الأعْضَاءِ الأرْبَعَةِ

Fardhu-fardhunya wudhu itu ada 6, yaitu: 
  1. Niat, ketika pertama kali membasuh pertama dari wajah, 
  2. Membasuh muka, dari mulai tumbuhnya rambut (atasnya kening) sampai ujung dagu, dari telinga yang satu sampai ke telinga yang lain, 
  3. Membasuh kedua tangan sampai siku dan apa yang menutupi kuku yang panjang (ujung-ujung jari di bawah kuku), 
  4. Mengusap sebagian kepala, sekalipun tidak ada rambut yang tumbuh, dan tidak cukup dengan mengusap rambut yang panjangnya melebihi batas kepala, 
  5. Membasuh dua kaki sampai matakaki, juga wajib membasuh kedua tumit dan sela-sela kulit yang retak di bawah kedua tumit, 
  6. Tertib (urut).
سُنَنُ الوُضُوْءِ كَثِيْرَةٌ، مِنْهَا
 التَّسْمِيَةُ
 غَسْلُ الكَفَّيْنِ قَبْلَ إدْخَالِهِمَا الإنَاءَ
 السِوَاكُ
 المَضْمَضَةُ
 الاسْتِنْشَاقُ
 مَسْحُ جَمِيْعَ الرَّأْسِ
 مَسْحُ الأُذُنَيْنِ ظَاهِرِهِمَا وَبَاطِنِهِمَا
  تَخْلِيْلُ أصَابِعِ اليَدَيْنِ وَالرِّجْلَيْنِ
 تَخْلِيْلُ اللِّحْيَةِ الكَثِيْفَةِ
 تَحْرِيْكُ الخَاتَمِ
 تَقْدِيْمُ اليُمْنَى عَلَى اليُسْرَى
 المُوَالَاةُ
 التَّثْلِيْثُ
 الدَّلْكُ
 الدُّعَاءُ بَعْدَهُ

Sunnah-sunnah wudhu’ itu banyak sekali, diantaranya: 
  1. Membaca basmallah, 
  2. Kedua telapak tangan dibasuh lebih dulu sebelum dimasukkan kedalam jading, 
  3. Bersiwak, 
  4. Berkumur, 
  5. Menghisab air kedalam hidung lalu dikeluarkan kembali, 
  6. Mengusap seluruh kepala, 
  7. Mengusap kedua daun telinga baik bagian luar atau bagian dalamnya, 
  8. Membasuh sela-sela kedua jari tangan dan jari kaki, 
  9. Membasuh sela-sela jenggot yang lebat, 
  10. Menggerak-gerakkan cincin agar airnya merata ke jari-jari, 
  11. Mendahulukan anggota yang kanan dari yang kiri, 
  12. Serba tiga kali, 
  13. Secara berturut-turut jangan sampai dipisah antara fardhu yang satu dengan fardhu yang lain, 
  14. Tidak hanya sekedar membasuh tetapi disertai menggosok, 
  15. Membaca do’a setelah selesai wudhu’.

مَكْرُوْهَاتُ الوُضُوْءِ أرْبَعَةٌ
 الإسْرَافُ فِي المَاءِ
 الاستِعَانَةُ عَلَيْهِ بِآخَرَ، إلَّا لِعُذْرٍ
  الزِّيَادَةُ عَلَى ثَلَاثٍ
 تَنْشِيْفُ الأعْضَاءِ

Makruhnya wudhu’ itu ada 4, yaitu: 
  1. Memakai air secara berlebih-lebihan,
  2. Minta bantuan orang lain kecuali jika ada halangan, 
  3. Melebihi dari tiga kali, 
  4. Mengelapi (dengan handuk) bekas wudhu’nya agar cepat kering.

مُبْطَلَاتُ الوُضُوْءِ أَرْبَعَةٌ
 كُلُّ مَا خَرَجَ مَنَ السَّبِيْلَيْنِ
 زَوَالُ العَقْلِ بِسُكْرٍ أوْ مَرَضٍ أوْ جُنُوْنٍ أوْ إغْمَاءٍ أوْ نَوْمٍ غَيْرِ مُمَكِّنٍ مَقْعَدَهُ مِنَ الأرْضِ
 لَمْسُ بَشَرَةِ امْرَأةٍ غَيْرِ مَحْرَمٍ بِغِيْرِ حَائِلٍ
 مَسُّ فَرْجِ آدَمِيٍّ بِبَاطِنِ الكَفِّ، لَا بِظَاهِرِهَا وَحَرْفِهَا وَلَا بِرُؤُوْسِ الأصَابِعِ

Perkara yang membatalkan wudhu’ ada 4, yaitu: 
  1. Segala apa yang keluar dari dua jalan (qubul dan dubur), 
  2. Hilangnya akal disebabkan mabuk, sakit, gila, pingsan atau disebabkan tidur yang tidak menetap tempat duduknya dari tanah, 
  3. Menyentuh seseorang yang bukan mahramnya tanpa lapisan penghalang, 
  4. Menyentuh kemaluan orang dengan telapak tangan bagian dalam.

Untuk mendapatkan Terjemah Lengkap Mabadi Fiqih Juz 3 mulai dari Pokok-Pokok Islam hingga Bab Syarat Thowaf dan Haji, dapat ikuti tautan Berikut Terjemah Mabadi Fiqih Juz 3 Lengkap.

Demikian Terjemahan Kitab Mabadi Fiqih Juz 3 Bab Wudlu Semoga terjemahan kitab mabadi juz 3 ini dapat bermanfaat dalam mempelajari dan memahami kitab mabadi fiqih tersebut.

Untuk mendapatkan bab selanjutnya terjemah mabadi fiqih juz 3 yaitu Bab Mandi yang akan admin bagikan setelah bab ini.

Tetap ikuti Blog San3kalongbm.com untuk mendapatkan update informasi seputar Religi dan terjemah kitab-kitab pesantren salaf. Demikian Terjemah lengkap kitab Mabadi Fiqih Juz 3, semoga bermanfaat, Wallahu A'lam bisowab.....

Terimakasih, Wassalam .....San3kalongbm

Post a Comment for "Terjemahan Kitab Mabadi Fiqih Juz 3 Bab Wudlu"